Blog Akademik Petrus Andung

Memberdayakan Informasi Akademik demi Memahasiswakan Mahasiswa

Tata Cara Pemanfaatan Natoni sebagai Media Tradisional

Tata Cara Pemanfaatan Natoni sebagai Media Tradisional

Oleh: Petrus A. Andung

Natoni[1] adalah ungkapan pesan-pesan yang dinyatakan dalam bentuk syair-syair bahasa kiasan adat yang dituturkan secara lisan oleh seorang penutur (atonis) yang dilakukan dengan ditemani oleh sekelompok orang sebagai pendamping/pengikut (na he’en) yang ditujukan baik kepada sesama manusia maupun kepada para arwah orang mati atau dewa. Upacara pelaksanaan natoni itu sendiri sesungguhnya telah memenuhi dimensi-dimensi mendasar dari suatu komunikasi. Hal mana terlihat bahwa dalam natoni, yang bertindak sebagai pengirim pesan (komunikator) adalah atonis dan na he’en. Sedangkan dimensi pesan sangat jelas terungkap melalui syair-syair natoni yang diucapkan menyerupai sebuah pantun. Sementara itu, yang merupakan receiver (penerima pesan) adalah sesama manusia dan juga para arwah orang mati ataupun para dewa yang disembah.

Interaksi yang terjadi dalam natoni cenderung satu arah. Hanya natoni perkawinan yang terdapat dialog atau komunikasi timbal balik. Sebaliknya bila natoni ditujukan untuk arwah leluhur maka dilakukan ibarat doa bersama dimana penerima pesan cenderung pasif.  Karena proses komunikasi yang dibangun dalam setiap pertunjukkan natoni tersebut memenuhi dimensi-dimensi komunikasi maka dapatlah dikatakan bahwa natoni merupakan salahsatu sarana komunikasi tradisional  yang dipergunakan warga Boti Dalam untuk menyampaikan pesan tertentu baik kepada sesama warga maupun kepada para dewa mereka.


[1] Natoni sering juga disebut warga dengan nama lain: tatoin atau tatoni

Desember 15, 2009 - Posted by | Komunikasi Antar Budaya

1 Komentar »

  1. natoni yang diungkapkan disini saya pkir sngat memuaskan jika ingin dikembangkan dalam judul skripsi saya. jd mohon dukungan agar proses pekerjaan proposal+ skripsi dpt terselesaikan dgn secepat mungkin.

    Komentar oleh HIRO ATTY 085211540147 | Maret 6, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: