Blog Akademik Petrus Andung

Memberdayakan Informasi Akademik demi Memahasiswakan Mahasiswa

UNCERTAINTY REDUCTION THEORY (TEORI PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN)

Tujuan penyusunan teori pengurangan ketidakpastian  ini adalah untuk menjelaskan bagaimana komunikasi digunakan untuk mengurangi ketidakpastian di antara orang asing yang terlibat dalam pembicaraan satu sama lain untuk pertama kali. Saat pertama kali bertemu, orang bertindak sebagai peneliti yang naïf, yang termotivasi untuk memprediksi maupun untuk menjelaskan apa yang terjadi dalam perjumpaan – perjumpaan awal.

Teori ini menyebutkan bahwa ada dua tipe ketidakpastian dari perjumpaan awal, yaitu :

1. Ketidakpastian Kognitif (Cognitive uncertainty) merupakan tingkatan ketidakpastian yang diasosiasikan dengan keyakinan dan sikap.

2. Ketidakpastian Perilaku (Behavioral uncertainty), dilain pihak berkenaan dengan luasnya perilaku yang dapat diprediksikan dalam situasi yang diberikan.

Contoh kasus :

Suatu hari Christian menunggu waktu kuliah di kampus. Di sebelahnya duduk seorang wanita yang tidak dikenalnya, yang merupakan mahasiswi kampus Undana juga. Setelah 5 menit berlalu, mereka merasa saling tidak nyaman dengan suasana tegang karena mereka tidak saling mengenal dan terus berdiam diri. Ada rasa ketidakpastian apakah orang di sebelahnya merasa tidak nyaman atau berpikir bahwa orang di sebelahnya itu sombong karena tidak menyapa dan tidak mengajak berkenalan. Akhirnya Christian menyapa wanita itu dan mengajaknya berkenalan, belum lama mereka mengobrol akhirnya mereka masuk ke kelas masing – masing. Christian mengalami ketidakpastian kembali dengan berpikir, apakah wanita itu menganggapnya “sok kenal”? tapi Christian memiliki keinginan untuk mengurangi ketidakpastian tersebut dengan mengajak wnaita itu berkenalan, oleh karena itu dia mungkin lebih mengerti lebih baik tentang kemungkinan tingkah laku dari orang itu.

ASUMSI UNCERTAINTY REDUCTION THEORY (TEORI PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN)

Teori ini meliputi tujuh (7) asumsi :

1. Orang mengalami ketidakpastian dalam latar interpersonal.

Karena terdapat harapan yang berbeda – beda mengenai kejadian interpersonal , maka orang akan merasa tidak pasti atau bahkan cemas untuk bertemu dengan orang lain.

2. Ketidakpastian adalah keadaan yang tidak mengenakkan, menimbulkan stress secara kognitif.

Berada dalam ketidakpastian membutuhkan energy emosional dan psikologis yang banyak. Orang-orang yang dalam kerja barunya mengalami stress dengan sekitarnya.

3. Ketika orang asing bertemu, perhatian utama mereka adalah untuk mengurangi ketidakpastian mereka atau meningkatkan prediktabilitas.

Meningkatkan prediktabilitas dengan mencari informasi yang dilakukan dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan.

4. Komunikasi interpersonal adalah sebuah proses perkembangan yang terjadi melalui tahapan – tahapan.

Fase awal (awal interaksi di anntara orang asing) Fase personal (tahapan ketika orng mulai berkomunikasi dengan lebih spontan dan membuka banyak informasi personal) Fase Akhir (memutuskan apakah hubungan tersebut akan diteruskan atau dihentikan).

5. Komunikasi interpersonal adalah alat yang utama untuk mengurangi ketidakpastian.

Komunikasi interpesornal mensyartakan beberapa kondisi, yaitu kemampuan untuk mendengar, tanda respon non-verbal, dan bahasa yang sama. Tantangan seperti ini mempengaruhi proses pengurangan ketidakpastian dan pengembangan hubungan.

6. Kuantitas dan sifat informasi yang dibagi oleh orang berubah seiring berjalannya waktu.

Komunikasi interpersonal adalah perkembangan, yang diawali oleh interaksi awal sebagai elemen kunci keberhasilannya.

7. Sangat mungkin menduga perilaku orang dengan menggunakan cara seperti hukum.

Perilaku manusia diatur oleh prinsip – prinsip umum yang berfungsi dengan cara seperti hukum.

AKSIOMA UNCERTAINTY REDUCTION THEORY (TEORI PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN)

Uncertanty Reduction Theory mengemukakan adanya tujuh aksioma (kebenaran yang ditarik dari penelitian sebelumnya dan akal sehat) :

1. Dengan adanya tingkat ketidakpastian yang tinggi pada permulaan fase awal, ketika jumlah komunikasi verbal antara dua orang asing meningkat, tingkat ketidakpastian untuk tiap partisipan dalam suatu hubungan akan menurun. Jika ketidakpastian menurun, jumlah komunikasi verbal akan meningkat. Hal ini menyatakan adanya kebalikan atau hubungan negative antara ketidakpastian dan komunikasi verbal.

2. Ketika ekspresi afiliatif nonverbal meningkat, tingkat ketidakpastian menurun dalam situasi interaksi awal. Selain itu, penurunan tingkat ketidakpastian akan menyebabkan peningkatan keekspresifan afiliatif nonverbal. Hal ini merupakan salah satu hubungan yang bersifat negative.

3. Tingkat ketidakpastian yang tinggi menyebabkan menungkatnya perilaku pencarian infromasi. Ketika tingkat ketidakpastian menurun, perilaku pencarian informasi juga menurun. Aksioma ini menunjukan hubungan yang positif antara dua konsep tersebut.

4. Tingkat ketidakpastian yang tinggi dalam sebuah hubungan menyebabkan penurunan tingkat keintiman dari isi komunikasi. Tingkat ketidakpastian yang rendah menghasilkan tingkat keintiman yang tinggi. Aksioma ni memeprlihatkan hubungan yang negative antara ketidakpastian dan tingkat keintiman.

5. Ketidkapastian yang tingkat tinggi menghasilkan tingkat resiprositas yang tinggi. Tingkat ketidakpastian yang rendah menghasilkan tingkay resiprositas yang rendah pula. Hubungan yang positif terjadi disini.

6. Kemiripan di antara orang akan mengurangi ketidakpastian, sementara ketidakmiripan akan meningkatkan ketidakpastian. Aksioma ini menyakan sebuah hubungan yang negative.

7. Peningkatan ketidakpastian akan menghasilkan penurunan dalam kesukaan; penurunan dalam ketidakpastian menghasilkan peningkatan dalam kesukaan. Ini merupakan hubungan negative.

Desember 23, 2009 - Posted by | Komunikasi Antar Pribadi

2 Komentar »

  1. sangat bagus, sangat membantu saya dalam membuat paper. terimakasih🙂

    Komentar oleh vanessa | Maret 13, 2011 | Balas

  2. thank you for sharing^^ it helps me a lot😄

    Komentar oleh leechira | September 19, 2012 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: