Blog Akademik Petrus Andung

Memberdayakan Informasi Akademik demi Memahasiswakan Mahasiswa

Kontribusi Surat Kabar Harian Terhadap Masyarakat

Jauh sebelum Cohen mengutip dalam tulisannya bahwa press diduga memiliki kemampuan yang dapat mempengaruhi pikiran publik, Park menuliskan bahwa surat kabar telah mengambil peran gosip kota dalam menyajikan topik-topik yang lebih menarik untuk dibahas oleh public. Berita-berita surat kabar harian yang dapat menggantikan gosip-gosip di kota tentunya juga dibatasi oleh norma-norma dari industri tersebut, dan ketentuan hukum yang mengatur tentang privacy juga fitnah, namun ada sedikit alasan yang membuat kita mempercayai bahwa item yang terdapat di dalam surat kabar dibebaskan untuk menjadi topik yang dapat mengatur agenda pembicaraan di masyarakat. Orang memang saling berbicara satu sama lain, namun literature yang menyelidiki hubungan antara apa yang mereka baca dan apa yang mereka bicarakan dari hari ke hari sama sekali tidak cukup. Beberapa studi telah menunjukkan bahwa the wire service telah mengatur agenda tentang apa yang diberitakan oleh surat kabar. Atas maksud apakah surat kabar mengatur agenda pembicaraan masyarakat?

Hasil penelitian mendukung hipotesis akan adanya korelasi yang signifikan antara content/isi pada surat kabar harian dengan apa yang dibaca dan dibicarakan oleh masyarakat. Dalam rangka melengkapi informasi yang diberitakan oleh media massa, komunikasi interpersonal tampaknya ikut melengkapi informasi-informasi lain yang tidak mungkin diberitakan oleh media massa.

Walaupun penemuan ini mendemostrasikan agenda-setting pada surat kabar, namun kita masih belum dapat memberitahukan kesimpulan apa yang dapat kita tafsirkan sebagai efek dari media massa atau kegunaannya sebagai gratifikasi. Kelihatannya kedua proses tersebut akan terus berlangsung dari hari ke hari selama media masih tetap digunakan. Seseorang akan selalu mempunyai alasan untuk mengambil dan membuka surat kabar, walalupun hanya untuk melihat apa yang diberitakan di koran pada had ini. Sekali individu men-scanning apa yang ada dalam surat kabar maka akan ada pula kesempatan yang tidak dapat diantisipasi bagi berita untuk membentuk kerangka pemikiran seorang individu. Membedakan kedua proses berlangsungnya sebuah kondisi akibat dari kegunaan media merupakan masalah paling sulit yang dihadapi oleh penelitian tentang agenda setting.

Februari 19, 2010 - Posted by | Dasar-Dasar Jurnalistik

1 Komentar »

  1. Assalamualaikm,,,,
    salam pers,,,
    sangat benar ap yg tertera pda opini di ats,,,,
    khususnya pda opinI PARK,
    terkdg pra pers yg memuat berita untuk dipublikasikn terlalu berlebihan dan mengada2……..
    terkadang ad tulisan yang tdk sesuai dengan fakta yg diambilnya,
    mengapa demikian ?
    apakah in hnya trik para pers untuk mendapatkan penghargaan berita terbaik?
    atwkh in di muat utk menarik perhatian pembaca surat klabar yg di edarkn?
    mengapa harus seperti in?
    bukankah hl2 seperti in mungkin dpt mengundang pemikiran penbaca yg diluar bts yg sewajarnya….
    sehingga menimbulkan efek yg tidak baik,contohnya saja masalah mengenai kegiatan pemerintahan ….
    dan lain lain sebagainya….
    maaf sebelumnya pertanyaan in harap di konfirmasikan kepada email saya ya,,,,

    Komentar oleh fakhirah | April 6, 2010 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: