Blog Akademik Petrus Andung

Memberdayakan Informasi Akademik demi Memahasiswakan Mahasiswa

Memahami Audiensi Massa dan Budaya Massa

Oleh: Petrus A. Andung

Audiensi Massa

Audiens secara harafiah sama artinya dengan khalayak. Sebagaimana telah Anda pelajari sebelumnya menyangkut massa, maka berikut akan kita bahas sifat dari audiens massa:

1)      Terdiri dari jumlah yang besar.

Pembaca Harian Kompas adalah massa yang jumlahnya besar sehingga sulit diprediksi jumlahnya. Begitu pun dengan pemirsa Metro TV.

2)      Suatu pemberitahuan massa dapat ditangkap oleh masyarakat dari berbagai tempat, sehingga sifat audiens massa juga ada tersebar di mana-mana, terpencar, dan tidak mengelompok pada wilayah tertentu. Tidak bisa kita mengasumsikan bahwa SKH Pos Kupang hanya dibaca oleh Orang NTT saja.

3)      Pada mulanya audiensi massa tidak interaktif, artinya antara media massa dan pendengar atau pemirsanya tidak saling berhubungan, namun saat ini konsep ini mulai ditinggal, karena audien massa dan media massa dapat berinteraksi satu dengan lainnya melalui komunikasi telepon. Khalayak massa memiliki pilihan apakah akan berinteraksi melalui media massa atau tidak.

4)      Terdiri dari berbagai lapisan masyarakat yang sangat heterogen.

Khalayak massa tidak dapat dikategorikan atas segmentasi tertentu. Heterogenitas pemirsa dalam suatu acara TV ataupun pembaca surat kabar pasti selalu ada. Penonton acara Sepakbola tidak bisa kita katakan semuanya adalah laki-laki. Sekalipun mungkin semuanya laki-laki tetapi masih bisa beragam dari latar belakang pendidikan, ekonomi, dsb.

5)      Tidak terorganisir dan bergerak sendiri.

Karena jumlahnya besar, massa sulit diorganisir. Mereka akan bergerak sendiri-sendiri sesuai dengan gerakan sel itu sendiri (Bungin, 2007 :      75-77).

Budaya Massa

Komunikasi massa berproses pada level budaya massa, sehingga sifat-sifat komunikasi massa sangat dipengaruhi oleh budaya massa yang berkembang di masyarakat dimana proses komunikasi itu berlangsung. Budaya massa dalam komunikasi massa memiliki beberapa karakter:

1)         Non-traditsional, yaitu umumnya komunikasi massa berkaitan erat dengan budaya populer. Budaya populer ini lebih cenderung menonjolkan unsur kepopulerannya. Contoh: kontes pencarian bakat di bidang tarik suara seperti Indonesian Idol, KDI, AFI, dsb.

2)         Budaya massa juga bersifat merakyat, tersebar di basis massa sehingga tidak mengerucut di tingkat elite, namun apabila ada elite yang terlibat dalam proses ini, maka itu bagian dari basis massa itu sendiri.

3)         Budaya massa juga memproduksi produk-produk massa seperti umpamanya infotainment adalah produk pemberitaan yang diperuntukkan kepada massa secara luas. Kita tahu bahwa semua orang juga dapat memanfaatkannya sebagai hiburan umum.

4)         Budaya massa sangat berhubungan dengan budaya populer sebagai sumber budaya massa. Contoh: acara-acara seni pertunjukan tradisional mulanya hanya menjadi tontonan/diminati oleh pemilik budaya dari seni yang bersangkutan. Namun begitu dikemas dan ditayangkan di media massa maka akan berubah menjadi budaya populer yang ditonton juga oleh berbagai kalangan dan latar belakang budaya yang berbeda.

5)         Budaya massa, terutama yang diproduksi oleh media  massa diproduksi menggunakan biaya yang cukup besar, karena itu harus menghasilkan keuntungan untuk kontinuitas budaya massa itu sendiri, karena itu budaya massa diproduksi secara komersial agar tidak saja menjadi jaminan keberlangsungan sebuah kegiatan budaya massa namun juga menghasilkan keuntungan bagi kapital yang diinvestasikan pada kegiatan tersebut.

6)         Budaya massa juga diproduksi secara ekslusif menggunakan simbol-simbol kelas sosial sehingga terkesan diperuntukkan kepada masyarakat modern yang homogen, terbatas dan tertutup (Bungin, 2007 : 77 – 78).

Sumber:

Bungin, Burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi: Teori, Paradigma dan diskursus Teknologi Komunikasi di Masyarakat. Jakarta: Prenada Media Group.

April 5, 2010 - Posted by | Sosiologi Komunikasi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: