Blog Akademik Petrus Andung

Memberdayakan Informasi Akademik demi Memahasiswakan Mahasiswa

Fungsi Bonet sebagai Media Tradisional dalam Praktek Komunikasi Ritual

Oleh: Petrus A. Andung

Sebagai salah satu bentuk dari media tradisional, bonet menjalankan beberapa fungsi komunikasi. Lebih jelasnya, berikut diuraikan fungsi komunikasi yang terdapat dalam pelaksanaan bonet.

 

  1.       Fungsi Transmisi Pesan/Informasi

Dalam bonet ada muatan pesan/informasi yang disampaikan kepada orang lain. Bonet walaupun sebagai salah satu bentuk kesenian tradisional rakyat, ia juga memiliki kemampun membawakan pesan. Para pemimpin atau penggagas dimulainya bonet dalam setiap acara/pesta rakyat memiliki maksud tertentu untuk dikomunikasikan melalui bonet.

Salah satu contohnya, diungkapkan Kristofel Benu yang mengisahkan ”warga Boti Dalam pernah menggunakan bonet untuk memprotes pembangunan gedung gereja yang berada di dekat wilayah mereka”. Bonet yang dilakukan pada waktu itu, sebagai suatu cara yang resmi dan beradat untuk menyampaikan pesan raja Boti bahwa pembangunan gereja di lokasi tersebut perlu ditinjau kembali. Pesan-pesan yang bermaksud menolak pembangunan gereja di lokasi yang bersebelahan dengan wilayah Boti Dalam dikemas dalam bahasa bonet. Para warga Boti Dalam membuat lingkaran guna melakukan bone’ naek dimana menyampaikan pantun secara berbelas-balasan.

Salah satu contoh lainnya dijelaskan ketua BPD, Boy Benu, bahwa warga Boti Dalam pernah menggunakan bonet untuk menyatakan sikap mereka terhadap program pembangunan desa. Ketika itu Pemerintah Desa Boti akan menyalurkan bantuan perumahan secara cuma-Cuma kepada seluruh warga Boti Dalam. Namun sebelum bantuan itu disalurkan, warga Boti Dalam melakukan diskusi dalam bentuk bonet di hadapan aparat pemerintah desa. Bonet yang dilakukan itu ditujukan untuk menyatakan pendapat dan sikap mereka terhadap bantuan tersebut. Melalui bonet mereka menyatakan tidak bersedia menerima bantuan perumahan dari pemerintah desaa dan menyarankan untuk dialihkan kepada warga Boti luar.

Dalam konteks ini, pesan-pesan yang akan diungkapkan atau disampaikan melalui bonet akan disesuaikan dengan konteksnya. Pemimpin bonet akan berupaya menterjemahkan maksud yang ingin diutarakannya melalui bahasa pantun adat. Karena itulah hingga saat ini, bonet (khususnya bone’ naek) masih dianggap sebagai sarana komunikasi tradisional yang memiliki kekuatan secara adat. Nilai dan kekuatan pesan yang terkandung di dalamnya melebihi cara-cara berkomunikasi lainnya seperti dengar pendapat, diskusi, ataupun musyawarah untuk mufakat.

2.      Fungsi Mendidik

Bonet juga memiliki fungsi mendidik. Hal ini terlihat pada pesan-pesan yang disampaikan dalam bentuk lagu yang ditujukan untuk mengajak, mendidik, dan mengajar warga lainnya. Salah satu syair yang paling terkenal adalah syair yang berkisah tentang pesan perkawinan. Melalui bonet diharapkan juga agar setiap keluarga yang telah terikat perkawinan secara adat tidak melakukan perceraian.

Pesan didikan yang paling kuat terdapat dalam bonet pasan. Pada bonet pasan, biasanya lebih cenderung ditujukan untuk menyampaikan pesan-pesan yang bersifat memotivasi dan nasehat kepada warga lainnya. Ini terutama sekali dilakukan oleh para tetua adat kepada generasi muda Boti Dalam. Pemuda-pemudi Boti Dalam diajak untuk selalu dengar-dengaran terhadap perintah dan petuah raja Boti serta larangan para leluhur mereka.

3.      Fungsi Hiburan

Meskipun bonet mengandung unsur transmisi pesan dan didikan, warga Boti Dalam selalu mengasosiasikan bonet sebagai kegiatan hiburan. Begitu menyebut bonet maka yang dipahami selalu berkaitan dengan kegiatan hiburan. Warga Boti Dalam mengartikan bonet sebagai suatu hiburan yang lazimnya dipentaskan dengan cara membuat gerakan secara berirama dengan diiringi oleh pantun dalam bentuk nyanyian. Karena itulah bonet paling sering dipertunjukkan dalam suasana sukacita atau kegembiraan. Bonet dilakukan sebagai salah satu sarana untuk menghibur sesama warga. Warga Boti Dalam menganggap bonet sebagai kesenian tradisional yang memiliki fungsi utama untuk menghibur sesama warga.

4.      Fungsi Pewarisan Nilai-Nilai Sosial

Melalui pementasan bonet terdapat fungsi komunikasi untuk transmisi warisan sosial dari suatu generasi ke generasi berikutnya. Pada setiap pertunjukkan bonet, secara tidak langsung juga terjadi proses pewarisan tata cara pelaksanaan bonet dari generasi tua kepada generasi muda. Apalagi, dalam melaksanakan bonet, hanya orang-orang tualah yang bisa menuturkan syair-syair bonet.

Melalui pergelaran bonet, generasi muda diharapkan dapat melihat, mempelajari, dan mencontohi bagaimana proses pelangsungan bonet. Dengan demikian, mereka dapat melakukannya secara tepat bilamana generasi tua sekarang ini telah tiada. Hal ini diperlukan karena tidak terjadi pembelajaran melakukan bonet secara formal/resmi misalnya dengan sanggar kesenian atau lainnya. Orang hanya bisa memimpin bonet seiring dengan semakin banyak ia terlibat dan menyaksikan pergelaran bonet.

Juli 20, 2011 - Posted by | Komunikasi Antar Budaya

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: